Ketika sehabis UN Smp dulunya, biasanya para pelajar sibuk untuk testing ke sekolah tingkat selanjutnya, entah itu SMA, SMK, atau yang lainnya. Begitu juga dengan aku pada waktu itu. Saat ditanya orang tua waktu itu, kamu mau gak masuk boarding school" Sejenak aku berpikir, namanya saja boarding school, yah sudah pasti ditawan (baca: diasramakan), siap untuk hidup jauh dari pangkuan orang tua, 24 jam sehari kerjanya cuma belajar terus, makan seadanya, belum lagi nanti dibully sama senior, dan ba bla bla, pokoknya gak bisa dibayangkan begitu membosankannya tinggal ditempat seperti itu, and kau tau jawaban ku selanjutnya, BIG NO.
Read More..
Ya..walaupun sebagian besar sekolah unggul didaerahku itu boarding, masih ada sekolah bagus lainnya yang tidak harus ada asrama deh pokoknya. Kebetulan salah satunya ada dikotaku. Then, kuputuskan bahwa aku harus bisa masuk sekolah itu, aku gak mau testing disekolah lainnya. Hari pertama, tes tertulis, pelajaran yang diujikan adalah, matematika, fisika, biologi, bhs inggris, dll, aku sudah bertekad bulat untuk lewat, dan andaikata aku gak lulus....... Ah tidak usah dipikirkan karena akhirnya aku bisa lolos tes tahap pertama. Alhamdulillah....
Yosh, berhasil lewat tes tahap pertama dengan gemilang, selanjutnya adalah tes wawancara. Tesnya dibagi jadi 2 sesi, wawancara bahasa inggris, dan wawancara minta&bakat. Pada sesi kedua bakal nentuin kamu untuk masuk prodi IPA atau IPS. Ketika sampai disana, apa yang aku dengar. Salah satu bapak-bapak disana bertnya "SIAPKAH KAMU MASUK ASRAMA?"
What...?! Lha, sejak kapan sekolah ini diboarding? Naasnya nasibku karena tahun itu adalah tahun ANGKATAN PERTAMA boarding school. Aku terkaget dan merasa 'dicurangi", lha kan tidak ada pemberitahuan apa-apa sebelumnya, dibrosur pun tak ada, dan pemberitahuannya secara mendadak, apalagi saat tes tahap pertama telah selesai. Aduh...waktu itu rasanya bimbang, kalau aku nolak,tak ada lagi sekoah lain yang menerima karena semua pendaftarannya telah tutup, dan kalau saya ambil boarding school. saya harus siap ngehadapi resikonya satu persatu.
I guess i do not have another choice, nasi tlah menjadi bubur, jadi terpaksa ditelan encer-encer dong. Entaah kenapa setelah mengetahui kabar tak membahagiakan tersebut, liburan terasa berlalu dengan sangat cepat! Gak ngerti kok bisa kayak gitu ya?. Dan akhirnya liburan pun berakhir dan hari pertama penderitaanpun dimulai..Jeng jeng jeng
Detik demi detik, jam demi jam, dan hari demi hari pun berlalu. Aku berusaha menyesuaikan diri. Ternyaata kecemasanku, kekahawatiranku, dan asrama yang awalnya kusangka buruk.....
TERNYATA MEMANG BENAR!! Kehidupanku berbeda 180 derajat bertolak belakang sejaktinggal diasrama, Harus bangun cepat, belajar dan pagi hingga sore, lalu malamnya beajar dimushallah, belum lagi nyamuk-nyamuknya yang bandel, Makanannya benar-banar sederhana dan porsinya cuma tok ntuk hilangin rasa lapar aja! Untungnya kami angkatan pertama jadi gak perlu ada para hantu senior yang ngebully kami, kalau tidak, tempat itu sepertinya tidak akan bisa lebih buruk lagi. Sisi baik lainnya, hubungan silaturahmi akan menjadi semakin kuat antar sesama kawan, yang sebelumnya hanya bisa bertemu disekolah, kini tinggal serumah dan seatap.
Memang untuk meraih kemenangan perlu perjuangan. Hidup diasrama membuatmu menjadi lebih mandiri, kuat, dan tangguh. Kalau kamu mau masuk boarding school, siapkan pakaian-pakaian kamu (baju, celana, daleman, dan aksesoris lainnya). Lalu peralatan makan, alat-alat mandi seperti sabun, shampoo, sikat gigi, odol, ember => buat nyuci pakaian kecuali jika kamu males dan lebih memilih ngekaundry. Bawa juga hanger (gantungan baju), penjepit jemuran, seperangkat alat shalat dibayar tunai (sajadah, sarung, mukena, dll). Juga kalau perlu bawa multistopkontak (namanya betul kan?) jadi kamu gak perlu berebut stopkontak sama kawan sekamar kamu. Dan kamu bakal harus siapkan mental kamu karena kalau tidak kamu bakal ngerasa kaget disana, couse everything will be different there
Diasrama kami, shalat 5 waktu wajib berjamaah, dan sanksi keras bagi siapa saja yang bolong shalatnya, hukumannya bisa bermacam-macam, push up, lari, disiram air dingin (he he he, ini biasanya untuk mereka yang males bangun shubuh), jalan jongkok, dll Pelanggaran HAM? NO ini demi mengajarkan kami tentang kedisipilinan dan tanggung jawab dalam melaksakan kewajiban kami.
Terus jangan heran juga kalau kamu sering kehilangan sandal di asrama, ini kasus lumrah yang terjadi di asrama manapun. Tapi kalau sandalnya hilang biasanya bakal ketemu lagi dalam beberapa hari kemudian (kalau enggak ya hilang selamanya!) Kalau saya bawa sandal cadangan, jadi kalau yang satu hilang masih ada sandal lainnya, jadi gak perlu panik waktu mau pergi ke mushalla. Dan juga biasanya anak-anak asrama itu macam gelandangan kelaparan (mungkin sejak pisah sama orang tua) jadi kita gak bisa makan sendiri-sendiri disana. Jadi kalau orang tua kamu bawa makanan atau jajanan buat kamu, usahakan bawa lebih paling gak buat kawan serumah..
Sekarang, sudah nyaris 2 tahun aku ditawan diasrama itu, dan semuanya sudah biasa bagiku. What about you? Berani masuk boarding school?
